oleh

Anak Penjual Ikan Lulus Jadi Prajurit TNI AD

-KOLAKA-1.771 dibaca

Reporter : Taswin Tahang

KOLAKA – Arhamudin (19), anak dari penjual ikan keliling asal Kendari kini lulus menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Arhamudin akan mengikuti pendidikan Cata PK di Rindam XIV/Hsn, Malino.

Kapenrem 143/HO, Mayor Arm Sumarsono dalam rilisnya Rabu 25 November 2020 menjelaskan, Arhamudin merupakan murid SMA Kartika Kendari yang menjadi prajurit TNI AD setelah berhasil melewati rangkaian seleksi Calon Tamtama Prajurit Karir (Cata PK) gelombang-2 tahun 2020 yang dilaksanakan di bulan November.

“Bersama 175 orang pemuda Sultra lainnya, Arhamudin berhasil lolos seleksi dan berhak mengikuti pendidikan Cata PK di Rindam XIV/Hsn, Malino,” ujar Mayor Arm Sumarsono.

Capaian Arhamudin dengan tegas membuktikan bahwa setiap pemuda dari golongan manapun memiliki hak yang sama untuk membela negara.

“Dengan hasil dari menjual ikan keliling di Kecamatan Kendari Barat, Aludin berhasil mengantarkan anaknya lulus hingga SMA bahkan menjadi calon prajurit TNI AD,” ungkap Sumarsono.

Sementara itu, Ayah Arhamudin, Aludin sangat bersyukur dengan atas pencapaian anaknya. Apalagi capaian tersebut merupakan cita-citanya sendiri.

“Memang itu sudah lama dia cita – citakan. Buah manis perjuangannya kini dia nikmati. Selamat nak, doa orang tua disini menyertai langkahmu,” ucapnya lirih sambil menahan air mata bahagianya.

Dalam wawancara yang singkat itu, warga k
Kelurahan Watu-Watu itu berharap agar selama menempuh pendidikan, anaknya selalu diberikan kesehatan dan berhasil menyelesaikan pendidikan serta berhasil dilantik menjadi prajurit TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua (Prada).

“Semoga dia selalu diberikan kesehatan dan kekuatan sampai selesai pendidikan, dia anak baik kebanggaan keluarga,” pungkas Aludin dengan mata berkaca – kaca.

Untuk diketahui dari 176 orang diterima menjadi Calon Prajurit Tamtama PK Gelombang II tahun terdiri dari Kendari sejumlah 31 orang, Kolaka 40 orang, Buton 65 orang, dan Muna 40 orang.

Terkini